Ada berbagai macam teori pendidikan yang berkembang saat ini di dunia. Walau sebenarnya inti dari pendidikan itu sebenarnya tidak berbeda antara satu teori satu dengan yang lain. Berikut ini adalah definisi dari beberapa teori pendidikan yang sekarang sedang berkembang di dunia.
Pendidikan Pembangunan (Development Education)
“Pendidikan pembangunan memfokuskan pada isu hak-hak manusia, martabat manusia, kemampuan diri dan keadilan sosial di negara berkembang dan negara yang sedang berkembang. Konsep ini memperhatikan dampak dari pembangunan di bawah standar dan meningkatkan pengertian mengenai komponen apa saja yang terkandung dalam sebuah pembangunan, serta bertujuan untuk mencapai jalan menuju tatanan sosial dan ekonomi internasional”
(PBB, 1975 in: Hicks, D. dan Townley, C. (eds) (1982): Teaching World Studies: An Introduction to Global Perspectives in the Curriculum, Harlow: Longman.)
Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD)= Pendidikan yang Berkelanjutan (Sustainability Education) = Pendidikan untuk Keberlanjutan (Education for Sustainability)
ESD pertama disebutkan di Bab 36 pada Agenda 21 (Earth Summit, 1992, Rio de Janeiro). Bab ini mengidentifikasi empat tujuan utama dalam memulai sebuah konsep ESD: (1) meningkatkan pendidikan dasar, (2) mengorientasi kembali pendidikan yang sudah ada sehingga bertujuan pembangunan berkelanjutan, (3) mengembangkan kepedulian dan pengertian masyarakat dan (4) pelatihan.
Untuk lebih lengkap lihat hal 13ff dalam: McKEown, Rosalyn (2002): Education for Sustainable Development. Toolkit. University of Tenessee, Knoxville.
“Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan adalah perpaduan antara Pendidikan Lingkungan dan Pendidikan Pembangunan. Konsep tersebut memungkinkan orang untuk mengembangkan pengetahuan, nilai dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai cara bersikap baik secara pribadi maupun secara kolektif, secara lokal maupun global, sehingga meningkatkan kualitas hidup saat ini tanpa merusak/merugikan masa depan.”
Education for Sustainable Development Conference, 1999, Ireland (?)
Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan (Education for Sustainable Future/ ESF)
“Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan” adalah sebuah konferensi internasional yang diadakan di Ahmedabad, India pada Januari 2005. Itu adalah konferensi pertama yang menandai Dekade Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan oleh PBB. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya mendiskusikan apa yang bisa dilakukan dekade ini untuk mengorientasi kembali visi pembangunan, dan bagaimana pendidik bisa memfasilitasi proses ini, namun juga meletakkan gagasan untuk aksi ESD dalam 20 sektor melalui workshop yang terpisah.
Declaration from the International Conference Education for a Sustainable Future, 18-20 Jan, 2005, Centre for Environment Education, Gujarat, India.
Pendidikan Lingkungan (Environmental Education)
Pendidikan Lingkungan adalah usaha yang bertujuan untuk mengorganisir bagaimana sebuah lingkungan hidup yang alami bekerja dan, khusunya, bagaimana manusia bisa mengatur perilaku dan ekosistem mereka dengan tujuan untuk hidup secara keberlanjutan.
(Wikipedia, the free online-encyclopedia, 26.01.06)
Pendidikan Global (Global Education)
Tidak ada definisi standar untuk teori atau praktek dari konsep ini. Dua deskripsi yang memungkinkan adalah:
1) “Pendidikan Global adalah mengenai isu-isu yang memotong garis perbatasan nasional dan mengenai keterkaitan sebuah sistem, ekologi, budaya, ekonomi, politik, dan teknologi. Pendidikan Global menggunakan perspektif, melihat sesuatu melalui mata, pikiran dan hati orang lain; dan itu berarti seseorang atau sebuah kelompok harus memandang dunia dengan cara berbeda, karena mereka juga memiliki keinginan dan kebutuhan yang sama.”
Robert G. Hanvey (1982), An Attainable Global Perspective
2) Elemen-elemen Pendidikan Global:
· Perspektif kesadaran: sadar dan menghargai sisi-sisi lain dunia
· Kesadaran lintas-budaya: pengertian umum dalam mendefinisikan karakteristik budaya di dunia, dengan menekankan pada pemahaman kesamaan dan perbedaan.
· Kesadaran akan adanya negara-negara lain dalam satu planet: pemahaman mendalam tentang isu global.
· Pemahaman sistemik: keakraban dengan sistem sebuah alam dan pengenalan pada sistem internasional yang kompleks dimana semua aspek akan saling terhubung pada sebuah pola ketergantungan dan ketergantungan-intern dalam berbagai macam isu.
Hudak, C. (1998). Essential Definitions for Global Education.(Unpublished handout). Cleveland, Ohio: Case Western Reserve University.
Pendidikan Perdamaian (Peace Education)
Pendidikan Perdamaian adalah sebuah proses untuk mendapatkan pengetahuan dan mengembangkan sikap, keahlian dan tingkah laku untuk hidup dalam keharmonisan dengan orang lain.
Pendidikan Perdamaian ini berdasarkan pada filosofi yang mengajarkan anti-kekerasan, cinta, perasaan saling mengasihi, percaya, keadilan, kerjasama, saling menghargai dan menghormati sesama manusia dan sesama makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah praktek sosial dengan nilai berbagi dimana setiap orang bisa memiliki kontribusi yang signifikan.
(Wikipedia, the free online-encyclopedia, 28.12.05)
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development)
1) Pada awalnya definisi muncul dari Komisi Bruntland – PBB:
“Pembangunan yang mempertemukan kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan mereka sendiri.“
(World Commission on Environment and Development, 1987, page 43)
2) Perspektif berikut ini berasal dari draft UNESCO mengenai Strategi Implementasi Internasional untuk Dekade Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Decade of Education for Sustainable Development/DESD) sebagai perhatian yang penting dan tantangan yang harus dituju dalam rangka untuk mencapai keberlanjutan (UNESCO, 2005):
- Perspektif sosial-budaya: hak-hak manusia, ketahanan perdamaian dan manusia, persamaan gender, keragaman budaya dan pengertian “intercultural”, kesehatan, HIV/AIDS dan pemerintah.
- Perspektif Lingkungan: sumber daya alam, perubahan iklim, perubahan pada tingkat desa, urbanisasi berkelanjutan dan pencegahan bencana dan mitigasi;
- Perspektif Ekonomi: pengurangan kemiskinan, hubungan antara tanggung jawab dan akuntabilitas, dan ekonomi pasar
